Login | Search Tuesday, 7 September 2010
Welcome Guest | Beranda | Artikel | Buku Tamu | About
  Beranda > Artikel > Artikel Populer > Liberalisme di Belanda Menghadapi Krisis Identitas
Liberalisme di Belanda Menghadapi Krisis Identitas
Dikirim oleh: Webmaster ( 2008-12-16, 13:21:57 )

Belanda sebagai salah satu negara paling liberal di dunia, saat ini sedang mengalami krisis identitas setelah sekian lama dijangkiti penyakit kebebasan yang sebebas-bebasnya. 'Tujuan hidup bangsa ini telah diuji dengan kenyataan yang diakibatkan oleh kebijakannya sendiri', ujar Dick Houtman, Sosiolog dari Erasmus University Rotterdam kepada Agence France Presse (AFP) pada hari senin 15 desember yang lalu.

Houtman mencatat bahwa kebijakan kebebasan yang sejak lama diterapkan di Belanda seperti prostitusi dan penggunaan obat-obatan, kini mulai mulai dipertanyakan dan telah menjadi bahan perdebatan. 'Bangsa Belanda telah meninggalkan jauh negara lainnya dalam hal kebebasan'

Selama berabad-abad negeri ini telah mengadopsi faham liberal yang menjunjung tinggi hak individu untuk memilih dan merdeka. Di negeri ini pemilikan dan penggunaan obat-obatan diijinkan selama hanya digunakan untuk pribadi. Prostitusi, euthanasia (bunuh diri atas permintaan sendiri karena sakit), aborsi dan pernikahan sesama jenis dilindungi hukum.

Houtman menyatakan banyak kalangan masyarakat yang mempertanyakan faham kebebasan ini. 'Ada sebuah perasaan bahwa semua hal yang telah kita anggap bebas dan menjadi prinsip ternyata telah menyebabkan banyak masalah yang saat ini kita hadapi'.

Perdebatan tentang liberalisme dan penyakit sosial yang melanda negeri ini telah menyebabkan bangsa Belanda menghadapi sebuah pukulan metamorfosis yang kuat.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2007 oleh depatemen kehakiman telah menggarisbawahi adanya dampak negatif dari faham liberal dan memperingatkan bahwa negeri ini telah menjadi negeri dengan jumlah tingkat kriminal terbesar kedua di Eropa setelah Inggris.

Hasil penelitian ini juga menyatakan bahwa tingkat kriminal di Belanda telah menghabiskan dana lebih dari 31 juta euro.(IslamOnline)

Komentar : 0    Tulis Komentar

Artikel Terkait

Tokoh Kristen AS Ancam Boikot UU yang Liberal
Islam dan Subhat Paham Gender
MUI Perlu Mengeluarkan Fatwa tentang Multikulturalisme
'Tuhan' Filsafat
Liberalisme di Belanda Menghadapi Krisis Identitas

Terpopuler Hari Ini
 
 
Ads

Space For Banner... contact 087878208545

 
   
    Bacalah-Web © 2007 - 2010 | About | RSS | Total Klik : 106030